Memotret di luar ruang atau outdoor terutama foto potrait atau potret, bisa menjadi salah satu foto paling menantang bagi Anda. Pasalnya, kondisi cahaya, angin, cuaca, lalu lintas, dan sejumlah gangguan lainnya yang tidak stabil, akan menguras sisi kesabaran Anda.
Belajar fotografi secara sendiri memang membutuhkan sebuah kesabaran, dan pastinya kerja keras secara konsisten. Karena belajar fotografi terutama secara sendiri bukanlah seperti membalikkan telapak tangan. Atau seperti memencet tombol shutter secara serampangan, alias asal dapat obyek.
Ada baiknya, Anda juga telah belajar fotografi secara sendiri soal teknik-teknik fotografi dasar sehingga secara tidak langsung dapat membantu. Berikut adalah beberapa langkah cepat, namun berharga untuk meningkatkan foto potret Anda.
Memotretlah dalam mode Aperture Priority
Pertama-tama, saya sangat percaya jika memotret dalam mode manual. Kenapa? karena kita dapat "bermain-main" dengan banyak ragam. Saya juga sangat percaya, mungkin Anda demikian, saat belajar fotografi secara sendiri, percayalah pada teknologi yang berada didalam kamera DSLR Anda.
Sederhananya, manfaatkan depht of field di salah satu elemen yang paling sangat efektif dalam memotret, yakni manfaatkan aperture. Dengan menetapkan kamera Anda pada Aperture, maka sistem metering dapat secara otomatis mempertahankan eksposur. Ini dapat meningkatkan kesempatan Anda untuk memotret dan tidak menyerahkan segalanya pada kontrol kreatif yang lain. Belajarlah memotretnya secara sendiri.
Menaikkan ISO sedikit
Seperti diketahui, pengaturan ISO akan menentukan sistem shutter saat Anda men-set metering, maka Anda harus melakukan penyesuaian dengan pengaturan aperture. Saat Anda belajar fotografi secara sendiri, cobalah berbagai teknik fotografi yang telah dipelajari. Foto blur, tidaklah selalu dicari atau dilakukan. Di sebagian besar gambar foto Potret, kecepatan rana lebih tinggi yang terpenting, terutama foto potret di outdoor, dimana Anda tidak memiliki kontrol terhadap lingkungan sekitar.
Dalam kebanyakan kasus, Anda tidak akan perlu membuat penyesuaian besar dalam menjaga kecepatan rana, saat Anda membutuhkannya. Ingat bahwa setiap peningkatan ISO, maka meningkat pula sensivitas, misalnya ISO100 ke ISO400 pastinya akan membuat perbedaan yang cukup besar. Artinya, saat belajar fotografi secara sendiri, meningkatkan sedikit ISO sangat dimungkinkan, cobalah saja.
Gunakan titik poin fokus tetap
Sistem auto fokus pada kamera DSLR maupun lensa, yang dapat mengunci titik fokus memang luar biasa. Karena, kebanyakan sangat mengandalkan pengaturan AF, terutama dalam kamera DSLR modern dengan lensa AF. Keduanya sangat membantu Anda mempercepat proses memotret.
Tapi, saat belajar fotografi justru ini adalah sebuah kerugian. Kenapa? karena kamera Anda tidak secara naluriah tahu apa seharusnya fokus dalam frame bingkai.
Untuk potret, jauh lebih efektif untuk memilih mengaktifkan titik fokus yang tetap, dan menggunakannya dengan prefocus sebelum membingkai gambar Anda. Bagaimana caranya? apakah Anda menggunakannya dengan menekan setengah atau back-button metode, terserah Anda, tapi membiarkan kamera memilih titik fokus (s) akhirnya akan membuat Anda gagal dalam belajar fotografi secara sendiri di outdoor.
Memiliki penerangan tambahan
Ketika Anda belajar memotret secara outdoor, terkadang bayangan bisa menjadi masalah. Cobalah membawa reflektor dan lampu kilat eksternal, bersama dengan asisten atau cari cara yang nyaman untuk mendukung mereka. Jangan takut untuk menggunakan flash, bahkan di bawah sinar matahari cerah. Reflektor bisa lebih mudah untuk digunakan, karena Anda dapat melihat bagaimana cahaya fill bekerja. Belajar memotret, di satu sisi dapat memberikan Anda lebih banyak fleksibilitas dengan membiarkan Anda bermain-main dengan suhu warna cahaya.
Ini memang tips belajar fotografi secara sendiri yang sangat sederhana saat Anda memotret Potrait Outdoor, tapi ini cukup untuk membantu Anda memulai konsisten dalam mendapatkan hasil yang lebih baik dari potret outdoor sebelumnya. saya percaya Anda menjadi pemenang saat mengikuti saran saya di atas tersebut.
Belajar fotografi secara sendiri memang membutuhkan sebuah kesabaran, dan pastinya kerja keras secara konsisten. Karena belajar fotografi terutama secara sendiri bukanlah seperti membalikkan telapak tangan. Atau seperti memencet tombol shutter secara serampangan, alias asal dapat obyek.
Ada baiknya, Anda juga telah belajar fotografi secara sendiri soal teknik-teknik fotografi dasar sehingga secara tidak langsung dapat membantu. Berikut adalah beberapa langkah cepat, namun berharga untuk meningkatkan foto potret Anda.
Memotretlah dalam mode Aperture Priority
Pertama-tama, saya sangat percaya jika memotret dalam mode manual. Kenapa? karena kita dapat "bermain-main" dengan banyak ragam. Saya juga sangat percaya, mungkin Anda demikian, saat belajar fotografi secara sendiri, percayalah pada teknologi yang berada didalam kamera DSLR Anda.
Sederhananya, manfaatkan depht of field di salah satu elemen yang paling sangat efektif dalam memotret, yakni manfaatkan aperture. Dengan menetapkan kamera Anda pada Aperture, maka sistem metering dapat secara otomatis mempertahankan eksposur. Ini dapat meningkatkan kesempatan Anda untuk memotret dan tidak menyerahkan segalanya pada kontrol kreatif yang lain. Belajarlah memotretnya secara sendiri.
Menaikkan ISO sedikit
Seperti diketahui, pengaturan ISO akan menentukan sistem shutter saat Anda men-set metering, maka Anda harus melakukan penyesuaian dengan pengaturan aperture. Saat Anda belajar fotografi secara sendiri, cobalah berbagai teknik fotografi yang telah dipelajari. Foto blur, tidaklah selalu dicari atau dilakukan. Di sebagian besar gambar foto Potret, kecepatan rana lebih tinggi yang terpenting, terutama foto potret di outdoor, dimana Anda tidak memiliki kontrol terhadap lingkungan sekitar.
Dalam kebanyakan kasus, Anda tidak akan perlu membuat penyesuaian besar dalam menjaga kecepatan rana, saat Anda membutuhkannya. Ingat bahwa setiap peningkatan ISO, maka meningkat pula sensivitas, misalnya ISO100 ke ISO400 pastinya akan membuat perbedaan yang cukup besar. Artinya, saat belajar fotografi secara sendiri, meningkatkan sedikit ISO sangat dimungkinkan, cobalah saja.
Gunakan titik poin fokus tetap
Sistem auto fokus pada kamera DSLR maupun lensa, yang dapat mengunci titik fokus memang luar biasa. Karena, kebanyakan sangat mengandalkan pengaturan AF, terutama dalam kamera DSLR modern dengan lensa AF. Keduanya sangat membantu Anda mempercepat proses memotret.
Tapi, saat belajar fotografi justru ini adalah sebuah kerugian. Kenapa? karena kamera Anda tidak secara naluriah tahu apa seharusnya fokus dalam frame bingkai.
Untuk potret, jauh lebih efektif untuk memilih mengaktifkan titik fokus yang tetap, dan menggunakannya dengan prefocus sebelum membingkai gambar Anda. Bagaimana caranya? apakah Anda menggunakannya dengan menekan setengah atau back-button metode, terserah Anda, tapi membiarkan kamera memilih titik fokus (s) akhirnya akan membuat Anda gagal dalam belajar fotografi secara sendiri di outdoor.
Memiliki penerangan tambahan
Ketika Anda belajar memotret secara outdoor, terkadang bayangan bisa menjadi masalah. Cobalah membawa reflektor dan lampu kilat eksternal, bersama dengan asisten atau cari cara yang nyaman untuk mendukung mereka. Jangan takut untuk menggunakan flash, bahkan di bawah sinar matahari cerah. Reflektor bisa lebih mudah untuk digunakan, karena Anda dapat melihat bagaimana cahaya fill bekerja. Belajar memotret, di satu sisi dapat memberikan Anda lebih banyak fleksibilitas dengan membiarkan Anda bermain-main dengan suhu warna cahaya.
![]() |
| photo by photo related |
Ini memang tips belajar fotografi secara sendiri yang sangat sederhana saat Anda memotret Potrait Outdoor, tapi ini cukup untuk membantu Anda memulai konsisten dalam mendapatkan hasil yang lebih baik dari potret outdoor sebelumnya. saya percaya Anda menjadi pemenang saat mengikuti saran saya di atas tersebut.


